Perdana! Santri Thursina IIBS Berangkatkan Santri Safari Dakwah ke Belanda
Sebuah langkah besar ditempuh oleh Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) dalam memberikan pengalaman berharga bagi santrinya. Tahun ini, program Safari Dakwah kembali digelar dengan destinasi, yaitu Belanda. Kegiatan di negeri kincir angin bukan sekadar perjalanan, tetapi sebuah pemahaman yang mendalam tentang esensi dakwah pada level internasional, sehingga santri memiliki wawasan yang global dan memberikan kontribusi nyata yang mendunia. Sebanyak sembilan santri turut serta bersama satu pendamping. Santri bermukim di kawasan Badhoevedorp, Haarlemmermeer, dekat Schiphol, Noord-Holland, Belanda selama 4-15 Maret 2025.
H. Ramedan, M.Pd.I., selaku guru Islamic Studies Thursina IIBS sekaligus pendamping kegiatan, menegaskan bahwa pengalaman berdakwah di luar negeri menjadi sangat penting. Ajang safari turut memperkenalkan santri pada dinamika dakwah di tengah masyarakat Eropa yang memiliki keberagaman pandangan. Santri berpartisipasi secara langsung dalam berbagai kegiatan keagamaan di sana. Mereka membangun karakter dan kepercayaan diri mereka.
Pemilihan Belanda sebagai tujuan Safari Dakwah bukanlah tanpa alasan. Sejarah panjang hubungan antara Indonesia dan Belanda menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, Belanda memiliki komunitas Muslim yang cukup besar, termasuk komunitas Muslim Indonesia yang aktif dalam berbagai kegiatan keislaman. Tidak hanya itu, Thursina IIBS juga menjalin kerja sama dengan alumni yang kini berkiprah di Belanda, salah satunya melalui jaringan Persatuan Pemuda Muslim Eropa (PPME) Amsterdam. Jaringan tersebut menjadi jembatan bagi santri untuk memahami lebih dalam bagaimana Muslim di Eropa, khususnya di Belanda, mempertahankan identitas keislaman mereka.
Kegiatan yang dilakukan para santri selama di Belanda mencakup berbagai aktivitas dakwah dan sosial. Mereka dijadwalkan untuk menjadi imam salat dan muazin di berbagai masjid, termasuk di PPME Al Ikhlas Amsterdam. Selain itu, mereka juga berkesempatan memberikan ceramah agama dan mengajar Alquran kepada jamaah setempat. “Momen berharga tentunya adalah tatkala santri mendapatkan kesempatan untuk tampil baik sebagai muazin ataupun menjadi imam salat dan mengajarkan Alquran. Sebab makmum mereka adalah orang asing. Ada yang asli Belanda, imigran Maroko dan Turki dan tentunya keturunan Indonesia,” tutur Ustadz Ramedan.
Tidak hanya di masjid, santri juga akan mengunjungi berbagai tempat bersejarah yang berkaitan dengan perkembangan Islam di Belanda. Mereka akan berdialog dengan komunitas Muslim setempat untuk memahami bagaimana Muslim minoritas di Belanda mempertahankan keislaman mereka di tengah lingkungan yang sekuler. Selain itu, mereka juga akan menjalani kegiatan berbuka puasa bersama, tadarus, serta diskusi keislaman yang memperdalam pemahaman mereka tentang kehidupan beragama di Eropa.
Program Safari Dakwah diharapkan terus berkembang di masa depan. Dengan antusiasme yang tinggi dari para santri dan dukungan dari berbagai pihak. Thursina IIBS berkeinginan untuk memperluas cakupan negara tujuan. “Kami ingin lebih banyak santri yang bisa ikut serta, bahkan ke lebih banyak negara. Dengan begitu, pengalaman dakwah mereka semakin kaya dan beragam,” pungkas Ustadz Ramedan. (sls/lil)