Thursina Global Outreach Series to West Europe: Santri Thursina IIBS Mengasah Keilmuan dan Mendalami Benua Eropa
Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) kembali menggelar Thursina International Global Outreach ke West Eropa. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman internasional kepada santri, membuka wawasan mereka tentang dunia akademik, budaya, serta kehidupan Muslim di berbagai negara. Perjalanan ini dipimpin oleh Ustadz Qoirul Mansur Darajat, M.Pd., selaku Chief of Thursina International Office, yang menekankan pentingnya pengalaman langsung di luar negeri. “Kami ingin santri mendapatkan perspektif yang lebih luas, tidak hanya dari buku, tetapi juga dari interaksi dengan masyarakat global,” ujarnya sebelum keberangkatan.
Santri berangkat dari Bandara Juanda dan transit di Bandara Changi, Singapura, sebelum tiba di Bandara Schiphol, Amsterdam. Hari pertama mereka mengeksplorasi Volendam dan Zaanse Schans, serta beribadah di Moskee Taqwa Westpoort Amsterdam sebelum menjelajahi Amsterdam lebih dalam. Selain itu, guna memberikan gambaran perguruan tinggi santri Thursina juga mengunjungi Constructor University Bremen, Jerman. “Kampus ini menawarkan pengalaman belajar yang interaktif dan multikultural. Santri bisa melihat bagaimana sistem pendidikan tinggi di Eropa menekankan pada penelitian dan kolaborasi internasional,” jelas Ustadz Qoirul. Mereka juga berkunjung ke Fatih Mosque Bremen untuk bertemu dengan komunitas Muslim setempat.
Universitas selanjutnya yang dikunjungan adalah HAN University of Applied Sciences, Arnhem. Kunjungan ini memberi wawasan tentang pendekatan pendidikan berbasis praktik. “Kami ingin santri memahami bahwa ilmu tidak hanya didapat di kelas, tetapi juga melalui pengalaman dan aplikasi nyata,” tambah Ustadz Qoirul. Selanjutnya santri Thursina mengunjungi Leiden University College The Hague dan berinteraksi dengan mahasiswa internasional. Mereka juga mampir di The Hague Muslim Association Noeroel Islam untuk berdiskusi tentang peran Muslim di Eropa.
Di Belgia, pada hari kelima, santri mengeksplorasi Grand Place, Manneken Pis, serta menikmati cokelat khas Belgia sebelum mengunjungi Brussels Grand Mosque & Islamic Cultural Center. Hari keenam, santri tiba di Paris dan mengunjungi Eiffel Tower, Louvre Museum, serta beribadah di Grande Mosquée de Créteil. Membawa santri ke Swiss, mengunjungi United Nations Office di Jenewa, serta berdiskusi dengan komunitas Muslim di Bashkësia Islame Shqiptare, Bern. “Melihat langsung lembaga dunia seperti PBB memberi motivasi kepada santri untuk berkontribusi lebih besar di kancah global,” ungkap Ustadz Qoirul.
Puncak perjalanan santri menikmati keindahan Mount Titlis dan berkunjung ke Dzemat Luzern sebelum mengeksplorasi kota Lucerne. Setelah delapan hari penuh pengalaman berharga, santri kembali ke Indonesia dengan wawasan baru. “Harapan kami, perjalanan ini bukan sekadar wisata, tetapi juga pembelajaran yang memperkuat visi santri untuk menjadi pemimpin Muslim yang berwawasan global,” tutup Ustadz Qoirul.
Melalui program ini, Thursina IIBS terus berkomitmen untuk membentuk generasi Muslim yang kompetitif, berpikiran terbuka, dan memiliki kontribusi nyata bagi dunia. (rnw/lil)